Karangtarunanews.com |SUKABUMI – Bupati Sukabumi H. Asep Japar secara resmi meluncurkan logo peringatan Hari Jadi Kabupaten Sukabumi ke-156 dalam Rapat Dinas yang diselenggarakan di Aula Kantor Dinas Pendidikan, Kecamatan Cikembar, Senin (20/7/2026).
Logo yang diperkenalkan menampilkan angka peringatan yang diperkaya dengan ornamen padi, gunung, dan pantai. Keseluruhan elemen tersebut melambangkan kekuatan potensi agrowisata dan pariwisata yang menjadi pilar utama pengembangan daerah ke depan.
Bupati menjelaskan, desain logo tersebut sarat akan makna sekaligus harapan besar bagi kemajuan Kabupaten Sukabumi, khususnya dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan agroindustri dan sektor pariwisata.
“Logo ini menyimpan makna yang sangat mendalam, sekaligus menjadi gambaran arah perkembangan Kabupaten Sukabumi di masa mendatang,” ujarnya.
Peringatan Hari Jadi ke-156 ini diharapkan menjadi momentum tepat untuk semakin mengangkat berbagai potensi unggulan daerah, mulai dari produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), daya tarik wisata, hingga komoditas pertanian.
“Kami berharap peringatan ini mampu mengangkat potensi yang dimiliki dan berujung pada kesejahteraan masyarakat. Sektor pariwisata dan pertanian akan terus kami dorong dan maksimalkan manfaatnya,” tegasnya.
Selain peluncuran logo, rapat dinas ini juga membahas berbagai agenda penting, mulai dari evaluasi kinerja hingga target-target prioritas yang harus segera diselesaikan oleh seluruh perangkat daerah.
Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas menambahkan, seluruh langkah kebijakan harus selaras dalam mewujudkan visi Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah.
“Kami sangat fokus pada pembenahan menyeluruh agar Sukabumi semakin maju pada tahun 2030. Oleh karena itu, kolaborasi dan sinergi antar instansi harus terus digalakkan agar setiap program berjalan sesuai koridor yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Pemerintah daerah juga menekankan upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta perbaikan taraf kesehatan masyarakat. Secara khusus, didorong agar pekerja dalam program SPPG terdaftar secara resmi dalam kepesertaan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, dan seluruh perangkat daerah diminta memantau realisasinya.
“Target realisasi pendapatan harus kita maksimalkan, begitu pula dengan peningkatan taraf kesehatan masyarakat. Khususnya bagi pekerja SPPG, kami pastikan mereka terlindungi jaminan sosial, dan hal ini akan terus dipantau hingga terwujud sepenuhnya,” pungkas Wabup.













