Menu

Mode Gelap

Disdagin · 27 Apr 2026 07:42 WIB ·

Harga Plastik di Sukabumi Melonjak Capai 70 Persen, Disdagin Imbau Kurangi Pemakaian dan Mulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan


 Harga Plastik di Sukabumi Melonjak Capai 70 Persen, Disdagin Imbau Kurangi Pemakaian dan Mulai Gaya Hidup Ramah Lingkungan Perbesar

Karangtarunanews.comSUKABUMI,  Harga berbagai jenis produk plastik di pasar-pasar rakyat Kabupaten Sukabumi mengalami lonjakan sangat tajam dalam dua hingga tiga pekan terakhir, dengan rata-rata kenaikan mencapai 70 persen dari harga normal. Kondisi ini terpantau langsung oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian saat melakukan pengecekan rutin di lokasi binaan, Senin 27 April 2026.

Kepala Disdagin Kabupaten Sukabumi, Dani Tarsoni, menyatakan kenaikan terjadi hampir merata pada seluruh jenis barang plastik yang beredar, paling terasa pada kantong kresek dan kemasan sekali pakai seperti gelas plastik. Sebagai gambaran, harga satu bungkus kantong kresek yang sebelumnya dijual sekitar Rp18.000, kini melonjak menjadi sekitar Rp28.000.

“Dari pengecekan ke lapangan, seluruh harga plastik naik cukup tinggi. Berdasarkan keterangan pedagang, pasokan dari pemasok utama memang sudah mahal sejak awal, dan ini kami duga kuat karena bahan bakunya masih sangat bergantung pada impor, serta terdampak kondisi ekonomi dan geopolitik global, termasuk gangguan jalur pasok internasional,” jelas Dani.

Tak hanya harga, ketersediaan barang pun mulai agak berkurang di tingkat pedagang eceran. Banyak penjual menahan stok atau mengurangi pembelian karena harga beli dari distributor sudah terlalu tinggi dan membebani modal usaha.

Kenaikan ini tentu berdampak langsung bagi pelaku usaha, pedagang pasar, hingga pelaku UMKM yang sangat bergantung pada kemasan plastik. Meski demikian, dinas menilai aktivitas perdagangan masih berjalan normal dan daya beli masyarakat masih relatif terjaga.

“Tentu ada dampaknya, biaya produksi atau operasional jadi bertambah. Namun sejauh ini belum ada keluhan berhenti berdagang, ekonomi masih berjalan baik,” tambahnya.

Sebagai langkah merespons kondisi ini sekaligus mendukung pelestarian lingkungan, Disdagin mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga dan pelaku usaha untuk mulai mengurangi pemakaian plastik secara bertahap. Masyarakat didorong beralih ke bahan pengganti yang lebih ramah lingkungan, mudah didaur ulang, dan lebih murah.

“Kami imbau, mari kita mulai gaya hidup ramah lingkungan atau go green. Plastik sedapat mungkin dikurangi pemakaiannya. Bisa diganti dengan kantong kain, kertas, bambu, atau bahkan bahan alami seperti daun, yang selain lebih murah juga jauh lebih baik bagi alam kita,” ujar Dani.

Ia menegaskan, meski belum ada program penggantian khusus, kesadaran bersama sangat diharapkan. Kebiasaan baru ini sekaligus menjadi solusi cerdas menghadapi harga plastik yang kemungkinan masih bertahan tinggi dalam waktu cukup lama ke depan.

RED/REY

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

DIRGAHAYU KE-81 REPUBLIK INDONESIA

15 Agustus 2026 - 20:42 WIB

DINAS PU EVALUASI PENGASPALAN JALAN LEUWILIANG–BOJONGTIPAR, ASPAL DINILAI MUDAH MENGELUPAS

8 Agustus 2026 - 20:06 WIB

HADAPI TANTANGAN BENCANA, DINAS PU SUKABUMI TERUS JAGA FUNGSI JARINGAN IRIGASI

8 Agustus 2026 - 19:57 WIB

HARI REMAJA INTERNASIONAL 2026: DISDAGIN KABUPATEN SUKABUMI AJAK GENERASI MUDA JADI PENGGERAK INOVASI DAN EKONOMI DAERAH

6 Agustus 2026 - 20:50 WIB

JALAN CISARUA–SINAGAR NAGRAK DIPERTAHAN KUALITASNYA, DINAS PU TERAPKAN LATASIR KELAS A

4 Agustus 2026 - 18:03 WIB

DINAS PU REKONSTRUKSI JALAN PAKUWON–CIPEUTEY, DITARGETKAN RAMPUNG DALAM 90 HARI

4 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Trending di DPU KABUPATEN SUKABUMI