karangtarunanews.com – SUKABUMI, Banjir bandang kembali menerjang Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Peristiwa yang terjadi sejak 6 Maret 2025 ini menyebabkan aliran sungai tersumbat oleh material lumpur dan batu, sehingga air meluap ke jalan kabupaten dan mengakibatkan isolasi wilayah.
Merespons kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi berencana menurunkan alat berat guna membersihkan material sisa bencana. Kepala Dinas PU Sukabumi, Dede Rukaya, melalui Kepala UPTD PU Wilayah IV Palabuhanratu, Edi Mulyadi, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu alat berat yang masih digunakan di lokasi lain.
“Kami akan turunkan alat berat untuk membersihkan material akibat bencana di Desa Cibuntu. Tapi menunggu karena alatnya masih digunakan di lokasi lain,” ujar Edi saat meninjau lokasi terdampak.
Edi menambahkan bahwa alat berat tersebut saat ini masih berada di Desa Sangrawayang dan akan segera digerakkan ke Cibuntu setelah pekerjaan di sana selesai.
Sementara itu, Kepala Desa Cibuntu, Dodi, menyebut banjir bandang dan longsor telah berulang kali melanda wilayahnya dalam beberapa bulan terakhir.
“Bencana ini sudah terjadi sejak 6 Maret 2025 dan hingga kini setidaknya 22 rumah terdampak, mayoritas berada di RT 8 dan RT 9,” ungkap Dodi.
Ia berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat mengingat infrastruktur yang terdampak adalah milik kabupaten.
“Harapan kami, karena ini infrastruktur milik kabupaten, ada perhatian dari pemerintah daerah atau pusat. Bantuan apa pun sangat berarti bagi kami. Warga sudah cukup lama terisolasi,”tambahnya.
Dinas PU Sukabumi melalui media sosial resminya juga menginformasikan bahwa mereka tengah berkoordinasi untuk mempercepat penanganan agar akses warga bisa segera pulih.
Red/Tim












