Menu ✖

Mode Gelap

DPU KABUPATEN SUKABUMI · 8 Agu 2026 19:57 WIB ·

HADAPI TANTANGAN BENCANA, DINAS PU SUKABUMI TERUS JAGA FUNGSI JARINGAN IRIGASI


 HADAPI TANTANGAN BENCANA, DINAS PU SUKABUMI TERUS JAGA FUNGSI JARINGAN IRIGASI Perbesar

Karangtarunanews.com |SUKABUMI — Kondisi geografis Kabupaten Sukabumi yang rawan bencana seperti banjir, longsor, dan gempa bumi menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan jaringan irigasi. Meski demikian, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi terus berupaya menjaga fungsi jaringan irigasi agar tetap mampu mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Yadi Supriyadi, menyampaikan pengelolaan irigasi menjadi salah satu prioritas karena berperan penting dalam menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian. Saat ini terdapat 156 daerah irigasi (DI) yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten Sukabumi dengan luas layanan lahan potensial dan fungsional mencapai sekitar 19.672 hektare.

“Hasil evaluasi bersama UPTD dan kondisi di lapangan menunjukkan bahwa lahan potensial dan lahan fungsional yang dilayani jaringan irigasi mencapai kurang lebih 19 ribu hektare. Ini menjadi tanggung jawab bersama untuk terus kita jaga dan tingkatkan,” ujarnya, Sabtu (8/8/2026).

Dalam beberapa tahun terakhir, jaringan irigasi di Kabupaten Sukabumi menghadapi berbagai tantangan akibat bencana alam. Sepanjang 2024 hingga 2025, tercatat sekitar 56 daerah irigasi terdampak bencana. Meski demikian, Dinas PU telah melakukan langkah-langkah penanganan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

“Kurang lebih ada 56 daerah irigasi yang terdampak bencana. Alhamdulillah, sekitar 25 daerah irigasi sudah berhasil kami tangani melalui berbagai program perbaikan,” ungkapnya.

Kerusakan yang terjadi tidak hanya berupa kebocoran saluran, tetapi juga dipengaruhi kondisi alam Kabupaten Sukabumi yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap longsor, banjir, maupun pergerakan tanah.

“Ada kebocoran, juga karena wilayah kita rawan gempa, longsor, serta banjir. Itu menjadi permasalahan yang mungkin tidak dapat kita hindari,” jelasnya.

Karena itu, selain melakukan perbaikan fisik, Dinas PU juga terus memperkuat pemantauan kondisi jaringan irigasi bersama UPTD di wilayah. Saat ini sekitar 64 persen jaringan irigasi berada dalam kondisi baik. Dinas PU terus berupaya meningkatkan kualitas jaringan yang ada agar mampu mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan.

Selain itu, pengembangan lahan potensial yang mencapai lebih dari 7.000 hektare juga menjadi bagian dari strategi mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sukabumi.

“Kami berharap pengelolaan irigasi dapat terus ditingkatkan sehingga distribusi air ke lahan pertanian semakin optimal. Ini penting untuk mendukung produktivitas petani dan menjaga ketahanan pangan daerah,” pungkasnya.

RED/Rey

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

PARIPURNA DPRD, WABUP ANDREAS SAMPAIKAN NOTA PENGANTAR RAPERDA APBD TAHUN ANGGARAN 2027

30 September 2026 - 20:09 WIB

BUKA FESTIVAL BONSAI DI JAMPANGTENGAH, BUPATI: BONSAI BERPOTENSI DORONG EKONOMI KREATIF DAN PARIWISATA DAERAH

20 September 2026 - 20:00 WIB

“NGALONGOK DULUR DI LEMBUR”: BAKTI SOSIAL DAN PELAYANAN PUBLIK MENYUSUR PEDESAAN, BUPATI: PELAYAN HARUS SELALU DEKAT DENGAN MASYARAKAT

20 September 2026 - 19:55 WIB

AKSELERASI PRIORITAS PEMBANGUNAN, DPRD DAN PEMKAB SUKABUMI SEPAKATI RAPERDA PERUBAHAN APBD TAHUN ANGGARAN 2026

16 September 2026 - 19:50 WIB

PERINGATI HARI ANAK NASIONAL, BUPATI ASEP JAPAR LANTIK FORUM ANAK DAERAH KABUPATEN SUKABUMI PERIODE 2026–2028

14 September 2026 - 19:46 WIB

DINAS PU SUKABUMI TEGASKAN KOMITMEN PEMBANGUNAN DAN REKONSTRUKSI JEMBATAN

12 September 2026 - 22:18 WIB

Trending di DPU KABUPATEN SUKABUMI