Karangtarunanews.com – SUKABUMI, Di tengah gempuran produk asing di pasar lokal, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) mengambil langkah proaktif dengan menggelar Sosialisasi Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) di SMK Yashika Sukabumi. Kegiatan ini bertujuan membentengi generasi muda dan menanamkan kesadaran pentingnya mendukung produk dalam negeri.
Sosialisasi tidak hanya sekadar memberikan informasi, melainkan juga mengajak para siswa memahami urgensi kedaulatan ekonomi melalui kebiasaan belanja sehari-hari, sekaligus melatih mereka menjadi konsumen cerdas yang mampu memilah produk lokal dan asing.
Kepala Bidang Pengembangan Ekspor dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Disdagin Kabupaten Sukabumi, Irwan Fajar, yang menjadi narasumber, menekankan bahwa mencintai produk dalam negeri adalah bentuk patriotisme modern. “Kami ingin menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap produk bangsa sendiri. Siswa-siswi ini adalah generasi penerus. Mereka harus mampu memilah dan memilih produk saat berbelanja, sehingga tidak hanya menjadi penonton di negeri sendiri,” ujarnya.
Irwan menambahkan, gerakan Bangga Buatan Indonesia memiliki efek domino terhadap perekonomian nasional. Jika masyarakat khususnya generasi Z mulai beralih ke produk lokal, lapangan kerja akan semakin luas dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan semakin berdaya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada beberapa contoh produk asli Indonesia yang telah menembus pasar internasional. Selain itu, mereka juga diberikan tips menjadi konsumen cerdas, seperti memeriksa legalitas dan kualitas produk secara teliti sebelum membeli.
Pemilihan SMK Yashika sebagai lokasi merupakan bagian dari rangkaian kunjungan ke berbagai SMA dan SMK di Kabupaten Sukabumi. Langkah ini dinilai strategis mengingat remaja merupakan target utama perdagangan digital dan rentan terhadap tren produk impor.
Irwan berharap, melalui sosialisasi ini para siswa bisa menjadi agen perubahan yang memprioritaskan karya anak bangsa. “Harapannya, mereka bisa menjadi agen perubahan. Dengan memilih produk dalam negeri, mereka secara langsung ikut memperkuat struktur ekonomi bangsa kita sendiri,” pungkasnya.
RED/Rey













