Karangtarunanews.com – SUKABUMI, Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dinas Kesehatan bersama Program Keluarga SIGAP telah menggelar Forum Komitmen Keluarga SIGAP. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari lokakarya pertama yang melibatkan 638 desa di tiga kabupaten (Sukabumi, Brebes, Banjar) pada November 2025.
Forum yang berlangsung selama dua hari (16 dan 18 Desember 2025) bertujuan memastikan keberlanjutan program melalui integrasi ke dalam perencanaan dan kolaborasi antara desa dan Puskesmas. Acara ini mengundang 48 Kaur Perencanaan Desa dan 14 Ketua Tim Unit (KTU) Puskesmas dari wilayah Kabupaten Sukabumi.
Berbeda dengan lokakarya sebelumnya, forum kali ini menekankan pada sinkronisasi perencanaan antara kedua lembaga tersebut. Nuwirman, Penasihat Advokasi Keluarga SIGAP yang juga berperan sebagai fasilitator utama, menegaskan: “Keberlanjutan program harus berbasis kolaborasi. Desa dan Puskesmas perlu bersinergi agar upaya perubahan perilaku berjalan konsisten.”
Program Keluarga SIGAP (Siaga Dukung Kesehatan, Siap Hadapi Masa Depan) bertujuan mendukung transformasi sistem kesehatan Indonesia dengan mempromosikan tiga perilaku utama bagi keluarga dengan anak usia 0-24 bulan: imunisasi rutin lengkap dan sesuai jadwal, cuci tangan pakai sabun (CTPS), serta pemberian makanan bergizi dan camilan sehat.
Setelah uji coba pada tahun 2023, program ini diimplementasikan secara scale up pada tahun 2025 di tiga kabupaten, yaitu Sukabumi (Jawa Barat), Brebes (Jawa Tengah), dan Banjar (Kalimantan Selatan). Di Kabupaten Sukabumi sendiri, hingga Oktober 2025, program telah menjangkau 53.456 anak baduta dari 285 desa. Sebanyak 3.876 kader dari 2.670 posyandu telah dilatih dan melakukan 52.805 kunjungan rumah pertama, dilanjutkan dengan 2.963 Kelas Ibu Baduta di posyandu.
Penyebaran informasi program dilakukan melalui pelatihan kader, kunjungan rumah, kelas ibu baduta, serta media interaktif seperti poster, alat permainan, dan media sosial sebagai sarana komunikasi antara kader dan orang tua baduta.

Asep Saepul Bahri, Koordinator Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Tenaga Pendamping Profesional Kabupaten Sukabumi, menyampaikan: “Kami percaya sinergi antar pemangku kepentingan dari pemerintah desa hingga dinas terkait sangat penting untuk mewujudkan keberlanjutan program. Fokusnya sederhana namun mendasar: imunisasi, CTPS, dan makanan bergizi bagi baduta. Kami mendukung kolaborasi ini demi generasi sehat yang dikampanyekan Keluarga SIGAP.”
Sementara itu, H. Cucu Sumintardi, Kepala Bidang Upaya dan Pembiayaan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, menambahkan: “Keluarga SIGAP mendukung visi Kabupaten Sukabumi untuk menyiapkan generasi emas yang sehat. Kami melihat peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan, kader, dan keaktifan orang tua ke posyandu berkat alat peraga dan sosialisasi tiga perilaku SIGAP.”
Menurutnya, keberlanjutan program ini membutuhkan komitmen bersama antara sektor kesehatan dan pemerintah desa agar praktik baik ini terus berjalan, sebagai langkah memperkuat upaya menuju Generasi Emas 2045.
RED/SNI












