Menu

Mode Gelap

Hukum & Peristiwa · 17 Mei 2024 22:43 WIB ·

Koalisi 11 Desak KPU Kabupaten Sukabumi Audit Rekrutmen Anggota PPK yang Diduga Merugikan dan Cacat Hukum


 Koalisi 11 Desak KPU Kabupaten Sukabumi Audit Rekrutmen Anggota PPK yang Diduga Merugikan dan Cacat Hukum Perbesar

karangtarunanews.com -SUKABUMI,  Polemik proses seleksi dan rekrutment anggota PPK Kab-Sukabumi oleh KPU Kab- Sukabumi disikapi Koalisi 11.

Aktivis yang tergabung dalam Koalisi 11 ini terdiri dari berbagai elemen masyarakat sipil maupun kaum pergerakan serta Organisasi Masyarakat (Ormas) dan LSM. Koalisi 11 ini menyoroti rekruitmen anggota PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) yang dinilai ganjil dan penuh kecurangan.

Sementara hasil rekruitment KPU Kab-Sukabumi saat ini sudah melantik 235 anggota PPK baru. Mereka akan bertugas di 47 kecamatan se Kabupaten Sukabumi. Di mana, setiap kecamatan terdapat 5 anggota PPK.(Kamis, 16-Mei-2024.) dikutif dari Sukabumisatu.com

Imbasnya salah satu dari Koalisi 11 Fery Permana yang juga Ketua LSM “LATAS “ ( Lembaga Analisa dan Transparansi Anggaran ) ini mengungkapkan,“Bahwasannya rekruitmen PPK yang dilakukan oleg pihak KPU sangat merugikan dan bisa disebut pembodohan publik. Karena nama yang diharapkan atau yang akan lolos seleksi sudah tercatat dalam buku komisioner masing masing.Rekruitment ini cacat hukum,”ungkap Ferry pada Sukabumisatu.com, Minggu (19/05/2024 ).

Ferry juga menambahkan bahwa dalam penetapan yang dilakukan oleh pihak KPU diduga tidak sesuai dengan hasil penilaian yang objektif.

“Dengan kejadian ini, kami dari team Koalisi 11 akan melakukan aksi damai ke KPU untuk meminta Aparat Penegak Hukum (APH) melakukan audit berkaitan dengan hal tersebut mengingat kegiatan ini menggunakan anggaran negara dengan penuh formalitas. Kami dari Koalisi 11 akan melakukan unjuk rasa damai dengan temuan ini ke KPU dalam waktu dekat ini.”Ungkap Fery Permana.

Lebih lanjut Fery Permana menambahkan, rekruitmen yang dilakukan KPU dari Mulai CAT sampai wawancara hanya merupakan formalitas saja, bisa kita lihat dari hasil CAT yang dilakukan, meskipun mendapatkan nilai tinggi akan tetapi pada kenyataanya kalah oleh peserta nilai di bawah, karena penilaian wawancara yang subyektif.

“Dengan kalahnya peserta CAT yang memiliki nilai tinggi oleh peserta yang memiliki nilai rendah menandakan bahwa penilaian yang di berikan oleh pihak penguji KPU tidak subyektif dan relevan dan diduga ada unsur dugaan korupsi,” tegasnya.

Menurut Ferry, banyak peserta yang memiliki nilai tinggi namun tidak masuk nominasi. “Seharusnya yang nilai CAT nya tinggi di pertahankan karena itu modal dasar peserta memahami regulasi dan teknis tentang literasi Pileg maupun Pilkada .”tungkasnya.

Red/Tim

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 16 kali

Baca Lainnya

DINAS PU SUKABUMI PERBAIKI JALAN PELABUHAN II SEKITAR KAWASAN INDUSTRI

13 Februari 2026 - 05:44 WIB

RESMIKAN SEJUMLAH INFRASTRUKTUR, BUPATI SUKABUMI TEKANKAN PENTINGNYA OPTIMALISASI PELAYANAN MASYARAKAT

12 Februari 2026 - 05:55 WIB

Dinas PU Sukabumi Bekerja Sama Masyarakat Perbaiki Jalan Purabaya–Cimangu

12 Februari 2026 - 05:50 WIB

Jalan Rusak di Desa Mekarjaya yang Diprotes Siswa Akan Diperbaiki, Dinas PU Siapkan Anggaran Rp700 Juta untuk Penguatan Tebing dan Drainase

10 Februari 2026 - 06:18 WIB

CEGAH KESELAMATAN BERKENDARA, DINAS PU SUKABUMI LAKSANAKAN PENANGANAN DARURAT JALAN CIPANAS–KABANDUNGAN

10 Februari 2026 - 06:09 WIB

Ikan Layur Jadi Simbol Identitas, Kelurahan Palabuhanratu Punya Tugu Baru

6 Februari 2026 - 21:53 WIB

Trending di Desa